Isolde Mencinta

Nessun Dorma

Nessun dorma! Nessun dorma!
Tu pure, o, Principessa,
nella tua fredda stanza,
guardi le stelle
che fremono d’amore
e di speranza.

Ma il mio mistero e chiuso in me,
il nome mio nessun sapra!
No, no, sulla tua bocca lo diro
quando la luce splendera!

Ed il mio bacio sciogliera il silenzio
che ti fa mia!

(Il nome suo nessun sapra!…
e noi dovrem, ahime, morir!)

Dilegua, o notte!
Tramontate, stelle!
Tramontate, stelle!

All’alba vincero!

 

Khrisna… There was such a breeze when I first saw you this morning. Angin lembut yang menyentuh wajahku dengan kasih… Dan kilauan mentari lembut bersinar disekelilingmu. They were made for you… To celebrate your glory in capturing my heart completely…

(ini saatnya piano akustik berdenting…)


Aku merasa tanah yang kuinjak bergetar perlahan...Tuhan menciptakanmu dengan sangat indah, Khrisna… Dan hatiku berdesir ketika aku menatapmu… Dan sayap-sayap baru tumbuh di punggungku… Menggepak perlahan, berdesir mengenal angin pertamanya. Ringan dan lembut… Seperti dandelion menari diterpa angin, membawanya ke tempat yang tak pernah dikenalnya. Menghirup indahnya tanah dari bird’s eye view.

Kemarilah, Kasih… Datang menghamburlah padaku. Tuntaskan kangenmu… Hirup seluruh nafasku… Sudah kunantikan sentuhmu, sejak puluhan hari lalu… Mari, menghamburlah padaku. Dekatkan dirimu pada dadaku… Rasakan semua hangatku… hangatmu menyatu…


(ini saatnya biola soprano, alto, dan celo mengalun lembut …

bersetubuh dengan denting piano akustik…)


Tapi kau hanya menghamburlah pada angin… Karena labirin kaca tak ingin kau merapuh… Mengurungmu dengan seluruh keindahanmu. Membiarkanku hanya mampu menatapku tanpa pernah memperbolehkan inderaku menyentuhmu… Skin to skin

Kau bilang ini seperti mencinta kala pertama. Dan matamu bertabur bintang kala mengucapkannya… And the day should cover its face for the bright color in your eyes. Akan kuambil pantulannya, Kasih… Agar terang jalanku menuju dekapmu…

Telah alam sempurna sayap-sayapku… Siap mengepak hanya untukmu… Kemari… Mari terbang bersamaku… Pergi ke langit ketujuh. Di sana ada sebuah tempat yang bisa sembunyikan kau dari terangnya Mars dan gelapnya kastil Pluto. Tempat dimana hanya kau, aku dan nafas kita yang beradu yang ada. Genggam tanganku, Khrisna… Hanya kau, aku, kita…

Khrisna, pernahkah engkau bertanya… Betapa kasih terasa manis dalam pedihnya, and vice versa. Merasakan wujudmu, menyesap tiap tetes kasihmu, mensyukuri tiap detik yang kau bagi bersamaku are the best gift in my life.

Sentuh aku, Khrisna… Rasakan tiap denyutku sepenuhnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s